Ramai Pembahasan Pesut Mahakam Di Sosial Media, Ini lho Fakta-fakta Satwa Khas Sungai Mahakam

Omjebs > Bacaan > Ramai Pembahasan Pesut Mahakam Di Sosial Media, Ini lho Fakta-fakta Satwa Khas Sungai Mahakam

Ramai Pembahasan Pesut Mahakam Di Sosial Media, Ini lho Fakta-fakta Satwa Khas Sungai Mahakam

Beberapa waktu yang lalu, media sosial Twitter ramai oleh sebuah video yang memperlihatkan beberapa ekor lumba-lumba sedang melompat di sungai Mahakam, Kalimantan. Video tersebut diunggah oleh akun @BahriBp sambil menyatakan bahwa munculnya pesut mahakam adalah kejadian yang sangat langka.

Unggahan yang telah mendapatkan 68 ribu suka dan 23 retweet tersebut membuat rasa penasaran warganet memuncak. Nah buat kamu yang penasaran juga dengan hewan bernama pesut Mahakam yang kembali muncul dan menggemparkan sosial media, yuk simak faktanya di bawah ini yuk!

Pesut Mahakam merupakan jenis mamalia air tawar yang tinggal di sepanjang muara sungai Mahakam, Kalimantan Timur

Punya bentuk yang agak mirip dengan lumba-lumba, pesut Mahakam nggak tinggal di laut lepas namun tinggalnya di air tawar. Seperti namanya, pesut ini tinggal di sungai Mahakam, sungai terbesar di provinsi Kalimantan Timur. Bahkan pesut ini jadi ikon kota Samarinda. Nah dulu pesut ini terlihat di sekitar muara-muara sungai Mahakam meski kemunculannya kini semakin berkurang. Selain berada di sungai Mahakam, pesut juga pernah ditemukan di perairan Dauan Jempang, Danau Semayang di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kenapa kok sekarang mulai jarang terlihat? Ya karena ekosistemnya semakin rusak karena du sungai Mahakam kini banyak kapal tongkang batubara yang lalu lalang. Karena itu Pesut Mahakam ini menghilang sebelum akhirnya muncul lagi beberapa waktu lalu dan menghebohkan warga sekitar maupun media sosial.

Meski mirip dengan lumba-lumba, pesut Mahakam punya ciri fisik yang unik hasil adaptasi dengan ekosistem sungai yang penuh lumpur

Lompat!~ via m.diadona.id

Apa sih ciri-ciri fisik yang membedakan pesut Mahakam dan jenis pesut lainnya? Pertama dari bentuk kepalanya. Jika dilihat, bentuk kepala pesut Mahakam bulat seperti umbi dengan mata yang kecil. Warna pesut Mahakam ini kebanyakan abu-abu dengan variasi muda dan tua. Tubuhnya juga polos dengan sirip punggung yang membundar dan nggak memiliki moncong. Menurut peneliti, bentuk fisik  ini terbentuk hasil adaptasi dengan ekosistem sungai Mahakam yang berlumpur. Untuk berat pesut Mahakam berkisar antara 114 kg-133kg. Sementara untuk bayi punya berat 12,3kg.

Pesut Mahakam tinggal berkelompok dan memakan ikan. Mereka bisa hidup selama 28-30 tahun

Tingkah lucu via www.worldwildlife.org

Sama seperti spesies lumba-lumba, pesut Mahakam hidup berkelompok. Satu kelompok biasanya berisi 3-6 pesut. Meski punya kelompoknya masing-masing, pesut Mahakam juga bersosialisasi dengan pesut dari kelompok lain. Hal ini disebabkan karena pesut adalah salah satu hewan yang cerdas. Selain itu pesut masuk pada golongan karnivora pemakan ikan, moluska dan hewan krustasea. Pesut Mahakam juga bisa hidup selama 28 tahun dan maksimal 30 tahun. Kasus kematian pesut biasanya terjadi karena terkena jaring nelayan dan kehabisan oksigen. Selain itu musim kawin pesut Makaham terjadi antara bulan Desember sampai Juni dan pesut akan mengalami periode kehamilan dari 9-14 bulan.

Selain ada di sungai Mahakam, pesut ini juga hidup di sungai Ayeyawady di Myanmar dan sungai Mekong yang melintasi negara Kamboja dan Laos

Pesut tinggal di sungai Mekong via www.straitstimes.com

Selain berada di sungai Mahakam, pesut ini juga ternyata tersebar di negara lain. Pesut Mahakam atau Irrawaddy dolphin ini ada di negara tetangga seperti Kamboja, Myanmar dan Laos. Pesut ini sering terlihat di daerah pantai Asia Selatan atau Tenggara khususnya di sungai Ayeyarwady di Myanmar dan sungai Mekong yang melintasi Kamboja dan Laos.

Pesut hampir punah via www.newindianexpress.com

Sayangnya pesut mahakam adalah hewan yang berstatus hampir punah. Jumlah pesut mahakam diperkirakan tinggal sedikit. Melansir Indonesia.go.id, jumlah pesut mahakam ini tercatat hanya sekitar 80 ekor. Sementara kehadirannya di negara lain juga nggak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Di sungai Mekong diperkirakan tinggal 78-91 pesut yang tersisa. Sebenarnya pesut mahakam nggak punya predator alami di habitatnya dan seharusnya dapat hidup dengan maksimal. Namun kebanyakan pesut mati karena rusaknya habitat sehingga daya tahan hidup mereka juga menurun menurun.

Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya serta PP Nomor 7 Tahun 1999, pesut Mahakam merupakan jenis satwa dilindungi. Semoga saja kemunculan pesut mahakam kali ini adalah pertanda bahwa mereka akan terus survive. Yuk kita sama-sama jaga habitat alami hewan-hewan ini.